Belajar Digital Marketing

  • This is default featured slide 1 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 2 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 3 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 4 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

  • This is default featured slide 5 title

    Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wednesday, 26 February 2020

Materi Produk Kreatif dan Kewirausahaan "LAYANAN USAHA" kELAS XI BISNIS MANAJEMEN



A.       KONSEP BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN

Dalam ilmu ekonomi, bisnis adalah individu atau organisasi yang menjual barang atau jasa kepada konsumen atau bisnis lainnya, untuk mendapatkan keuntungan. Secara historis kata bisnis dari Bahasa Inggris business, atau dari kata dasar busy yang berarti "sibuk" dalam konteks individu, komunitas, ataupun masyarakat. Sibuk diartikan dengan sibuk mengerjakan aktivitas dan pekerjaan yang mendatangkan keuntungan. Dalam sistem perekonomian kapitalis, di mana kebanyakan bisnis dimiliki oleh pihak swasta, bisnis dibentuk untuk mendapatkan keuntungan dan meningkatkan kemakmuran para pemiliknya. Pemilik dan operator dari sebuah bisnis mendapatkan imbalan sesuai dengan waktu, usaha, atau modal yang mereka berikan. Namun demikian, tidak semua bisnis mengejar keuntungan seperti ini, misalnya bisnis koperasi yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan semua anggotanya atau institusi pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan rakyat. Model bisnis seperti ini kontras dengan sistem sosialistis, di mana bisnis besar kebanyakan dimiliki oleh pemerintah, masyarakat umum, atau serikat pekerja. Bisnis juga berarti keadaan dimana seseorang atau sekelompok orang sibuk melakukan pekerjaan yang menghasilkan keuntungan. Kata "bisnis" sendiri  memiliki tiga penggunaan, tergantung ruang lingkupnya, penggunaan singular kata bisnis dapat merujuk pada badan usaha, yaitu kesatuan yuridis (hukum), teknis, dan ekonomis yang bertujuan mencari laba atau keuntungan. Penggunaan yang lebih luas dapat merujuk pada sektor pasar tertentu, misalnya "bisnis pertelevisian." Penggunaan yang paling luas merujuk pada seluruh aktivitas yang dilakukan oleh komunitas penyedia barang dan jasa. Meskipun demikian, definisi "bisnis" yang tepat masih menjadi bahan perdebatan hingga saat ini.
Organisasi Bisnis adalah organisasi yang mencoba mendapatkan keuntungan dengan menyediakan barang atau produk dan memberikan jasa atau layanan yang memenuhi kebutuhan pelanggan. Mengenal bisnis secara lebih mendalam berhubungan dengan perubahan fundamental, perubahan produk dan jasa untuk mendapatkan uang atau keuntungan. Bisnis harus dapat menghasilkan dan menawarkan produk dan jasa yang dibutuhkan dan diinginkan pelanggan. Namun demikian, bisnis juga harus adil dan jujur dalam menghasilkan produk dan jasa dan memperoleh keuntungan. Oleh karena itu, bisnis merupakan proses perubahan nilai yang terintegrasi antara pihak perusahaan atau organisasi dan pihak pelanggan. Bisnis mempunyai beberapa aspek, yaitu keuntungan individu dan kelompok, penciptaan nilai, penciptaan barang dan jasa, dan keuntungan melalui transaksi.
Seperti yang sudah disampaikan pada bagian pertama di depan bahwa bisnis yang berhasil atau bisnis yang sehat adalah bisnis yang dapat menciptakan keuntungan baik jangka pendek maupun jangka panjang. Keuntungan bukan hanya dalam bentuk uang, melainkan juga dalam bentuk moral dan komitmen dalam jangka panjang. Untuk dapat memulai bisnis, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, yaitu: 1. menentukan visi dan misi bisnis. Visi merupakan deklarasi mengenai bisnis apakah yang akan dicapai atau dilakukannya, sedangkan misi merupakan deklarasi alasan bisnis tersebut harus ada dan hal yang akan dilakukan bisnis tersebut. Fungsi bisnis meliputi fungsi bisnis secara mikro dan fungsi bisnis secara makro. Fungsi mikro adalah kontribusi bisnis yang berpengaruh pada beberapa pihak yang terlibat secara langsung dalam proses bisnis tersebut, seperti karyawan, manajer atau pimpinan perusahaan, komisaris, dan pemegang saham. Fungsi makro meliputi kontribusi bisnis pada pihak-pihak yang tidak secara langsung terlibat dalam bisnis, seperti masyarakat sekitar perusahaan, bangsa, dan negara.
Bisnis mempunyai beberapa elemen yang dapat menunjang kesuksesannya, yaitu modal, material atau bahan-bahan, tenaga kerja, dan manajemen atau keahlian. Semua elemen bisnis tersebut yang akan diproses atau ditransformasi menjadi barang dan layanan yang siap dipasarkan kepada pelanggan. Untuk melaksanakan bisnis dan mencapai tujuan bisnis, organisasi bisnis memerlukan sistem bisnis. Sistem bisnis mempunyai karakteristik yaitu kompleksitas dan keanekaragaman, saling ketergantungan, serta perubahan dan inovasi. Sedangkan tujuan bisnis meliputi keuntungan, pertumbuhan, kesinambungan, stabilitas, pelayanan umum, dan kesejahteraan. 2. Menentukan indikator kesuksesan bisnis. Ada lima indikator kesuksesan bisnis yang telah dipaparkan pada subpokok bahasan sebelumnya, yaitu kinerja keuangan, kebutuhan dan nilai pelanggan, kualitas produk dan jasa, inovasi dan kreativitas, dan komitmen karyawan. 3. Menilai lingkungan bisnis dan dampaknya bagi bisnis yang akan dilakukan. Ada enam faktor lingkungan yang berdampak bagi kehidupan dan perkembangan bisnis, yaitu isu dan kecenderungan perbedaan, kekuatan perekonomian, pengaruh global, pasar dan proses finansial, kekuatan legal, dan peraturan-peraturan yang ada, serta struktur industri. 4. Menyediakan produk dan jasa yang hebat dan memuaskan. Langkah keempat ini tentu saja dilakukan setelah bisnis berjalan atau beroperasi. Beberapa hal yang harus diperhatikan adalah memperoleh dan menggunakan sumber daya dan teknologi yang tepat, mengintegrasikan kegiatan dan meningkatkan komitmen, berpikir secara strategik, penyediaan nilai melalui kualitas produk dan jasa, serta meningkatkan nilai produk dan jasa dengan berkomunikasi dengan pelanggan. 5. Mengadakan evaluasi terhadap proses bisnis yang telah berjalan, yang meliputi pencapaian kinerja keuangan, pemenuhian kebutuhan pelanggan, tercapainya kualitas produk dan jasa, kreativitas dan inovasi yang dilakukan, serta mengevaluasi komitmen karyawan. Kelima hal tersebut akan digunakan perusahaan sebagai cara mengadakan perbaikan.
Selanjutnya, istilah kewirausahaan (entrepreneurship) berasal dari Perancis yang secara harafiah diterjemahkan sebagai perantara. Secara lebih luas, kewirausahaan merupakan proses penciptaan sesuatu yang berbeda nilainya dengan menggunakan usaha dan waktu yang diperlukan, memikul risiko finansial, psikologi, dan sosial yang menyertainya, dan menerima balas jasa moneter dan kepuasan pribadi. Kewirausahaan sering diterjemahkan menjadi wirausaha atau wiraswasta. Kewirausahaan juga merupakan proses mencari kesempatan bisnis pada kondisi yang berisiko.
Kewirausahaan terdiri atas kata dasar wirausaha yang mendapat awalan ke dan akhiran an, sehingga dapat diartikan kewirausahaan adalah hal-hal yang terkait dengan wirausaha. Wirausaha sama dengan wiraswasta. Wira berarti manusia unggul, teladan, berbudi luhur, berjiwa besar, berani, paahlawan kemajuan. Dalam bisnis, wira berarti keberanian dan usaha berarti kegiatan bisnis yang komersial atau nonkomersial. Oleh karena itu, kewirausahaan dapat pula diartikan sebagai keberanian seseorang untuk melaksanakan suatu kegiatan bisnis. Kewirausahaan juga menyakup kegiatan-kegiatan yang dibutuhkan untuk menciptakan atau melaksanakan perusahaan pada saat semua pasar belum terbentuk atau belum teridentifikasi dengan jelas, atau komponen fungsi produksinya belum diketahui sepenuhnya.
Ada tiga perilaku utama dalam kewirausahaan, yaitu mempunyai inisiatif, mengorganisasi atau mereorganisasi mekanisme sosial dan ekonomi untuk mengubah sumber daya dan situasi dengan cara praktis, serta mau menerima resiko atau kegagalan. Kewirausahaan bertujuan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat dan secara umum meningkatkan harkat dan martabat pribadi wirausahawan serta bangsa dan negara. Dengan pengetahuan tersebut diharapkan akan semakin banyak warga negara Indonesia yang terjun dalam dunia usaha, namun perlu diperhatikan dalam berusaha harus mengedepankan kejujuran sehingga hal yang dihasilkan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Kewirausahaan merupakan pendekatan dalam pembaruan ekonomi dan merupakan pilar untuk menciptakan kesempatan kerja. Dapat dikatakan bahwa kewirausahaan dapat menciptakan ribuan kesempatan kerja bagi masyarakat sehingga dapat meningkatkan pembangunan perekonomian suatu negara. Namun demikian, kewirausahaan bukan merupakan suatu proses yang mudah. Banyak para wirausaha atau pebisnis yang gagal dalam menjalankan bisnisnya. Banyak faktor yang memengaruhi keberhasilan wirausahawan, seperti tersedianya dana dan fasilitas, kurangnya semangat kerja, dan kemampuan berusaha, serta faktor kepribadian wirausaha atau pebisnis tersebut. Sifat kepribadian yang dimaksud adalah sifat kepribadian yang kreatif dan inovatif.
Wirausahawan adalah orang-orang yang memiliki kemampuan melihat dan menilai kesempatan-kesempatan bisnis; mengumpulkan sumber daya- sumber daya yang dibutuhkan untuk mengambil tindakan yang tepat, mengambil keuntungan serta memiliki sifat, watak, dan kemauan untuk mewujudkan gagasan inovatif ke dalam dunia nyata secara kreatif dalam rangka meraih sukses/meningkatkan pendapatan. Beberapa konsep kewirausahaan seolah-olah identik dengan kemampuan para wirausahawan dalam dunia usaha. Dalam kenyataannya, kewirausahaan tidak selalu identik dengan watak/ciri wirausahawan semata, karena sifat-sifat wirausahawan pun dimiliki oleh seorang yang bukan wirausahawan. Wirausaha mencakup semua aspek pekerjaan, baik karyawan swasta maupun pemerintahan. Wirausahawan adalah mereka yang melakukan upaya-upaya kreatif dan inovatif dengan jalan mengembangkan ide, dan meramu sumber daya untuk menemukan peluang dan perbaikan hidup. Kewirausahaan muncul apabila seseorang individu berani mengembangkan usaha-usaha dan ide-ide barunya. Proses kewirausahaan meliputi semua fungsi, aktivitas, dan tindakan yang berhubungan dengan perolehan peluang dan penciptaan organisasi usaha. Oleh karena itu, konsep kewirausahaan tidak harus selalu dikaitkan dengan bisnis swasta yang selalu menghasilkan dan menjual produk, namun konsep tersebut terkait dengan kreativitas dan inovasi yang dikembangkan di tempat kerjanya dengan membaca peluang yang ada untuk mendapatkan keuntungan atau prestasi kerja yang lebih baik.
Wirausaha memang harus kreatif dan inovatif. Mereka harus mampu menciptakan sesuatu yang baru dan berbeda, mengubah nilai lama menjadi nilai baru, mempraktikkan inovasi secara sistematik, dan sebagainya. Wirausahawan yang berhasil harus mampu menciptakan hal-hal yang baru dan dengan mengubah yang lama, atau menciptakan yang baru sama sekali. Kebaruan yang diciptakan oleh wirausahawan adalah kebaruan yang dapat beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya. Hal yang baru tersebut tidak hanya sebatas pada gagasan yang baru, namun harus mampu menciptakan atau mewujudkan gagasan baru tersebut dalam praktek atau realita. Kepribadian adaptif dan inovatif ini ditunjukkan dengan berbagai macam perilaku, seperti mudah bergaul, suka bekerja keras, percaya diri, berani mengambil resiko, mandiri, mampu mengendalikan diri sendiri, dan mau berinovasi atau mencoba hal-hal yang baru.
Wirausaha juga berhasil karena faktor keluarga yang juga menjadi wirausaha. Seorang anak yang berasal dari keluarga wirausaha juga akan mampu menjadi wirausahawan yang berhasil. Hal ini disebabkan keluarga wirausahawan biasanya telah terbiasa mandiri, bekerja keras, berani menanggung risiko, dan mempunyai fleksibilitas tinggi. Seringkali kemampuan berwirausaha dipengaruhi oleh faktor genetika. Anak yang terlahir dari orang tua yang wirausaha atau pebisnis pada umumnya mereka juga mampu jadi wirausaha. Apabila faktor genetika tersebut dipupuk dengan berbagai pengalaman berwirausaha yang dilakukan bersama dengan orang tuanya, dan didukung dengan kemampuan berkreasi dan berinovasi maka kemampuannya berwirausaha akan semakin baik. Namun demikian, menjadi wirausaha atau pebisnis yang berhasil juga dapat diraih dengan belajar dan bekerja dengan tidak kenal lelah, bertanya kepada mereka yang berpengalaman, dan mau mengadakan introspeksi dan evaluasi terhadap kelemahan dan kelebihannya.
Konsep kewirausahaan dapat ditinjau dari pandangan bisnis, manajerial, dan personal. Konsep kewirausahaan dari pandangan personal biasanya dihubungkan dengan karakteristik kepribadian dan latar belakang sosial ekonomi keluarga. Kewirausahaan juga merupakan proses penciptaan sesuatu yang baru dengan memerhatikan waktu dan usaha, mengasumsikan berbagai kondisi yang mendukung seperti sosial, keuangan, fisik, risiko sosial, dan menerima penghargaan yang bersifat moneter, kepuasan, dan kemandirian personal. Oleh karena itu, terdapat empat aspek dasar dalam kewirausahaan, yaitu:
1.     Kewirausahaan melibatkan proses penciptaan nilai yang baru.
2.     Kewirausahaan membutuhkan waktu dan usaha.
3.     Kewirausahaan memiliki berbagai dukungan.
4.     Kewirausahaan menghasilkan penghargaan.
Dalam dunia bisnis, kewirausahaan disebut dengan kewirausahaan bisnis. Wirausaha atau pebisnis juga dituntut untuk mampu mengorganisasi, mengoperasikan, dan mengasumsikan risiko bisnis. Selain itu, kewirausahaan juga menunjukkan seperangkat keahlian yang diperlukan untuk memulai dan menjalankan bisnis kecil. Keahlian ini meliputi keahlian dalam mengidentifikasi kebutuhan pasar dan kemampuan menanggung risiko. Namun demikian, tidak semua orang yang memulai dan menjalankan bisnis kecil disebut dengan wirausaha atau pebisnis. Pemilik bisnis kecil bukan selalu seorang wirausaha. Bisnis kecil yang tidak pernah menciptakan sesuatu yang baru, tidak pernah mencapai kesejahteraan, tidak pernah mengoptimalkan penawaran dan permintaan di pasar dan tidak peduli dengan nilai-nilai baru juga menunjukkan tidak adanya wirausahawan yang menggerakkannya. Pada umumnya bisnis tersebut dikelola secara stabil, baik penjualan maupun keuntungannya. Pemilik bisnis kecil akan memulai sebagai wirausaha akan berfokus pada pertumbuhan bisnis menjadi lebih besar.
Bisnis alami para wirausaha atau pebisnis adalah bisnis kecil. Apabila bisnis tersebut menjadi besar, maka muncul berbagai kerumitan yang semakin lama tidak dapat diatasi oleh para wirausaha tersebut sehingga mereka harus digantikan oleh para profesional bisnis. Para wirausahawan pada umumnya adalah orang yang cepat melihat kesempatan untuk mencapai hasil kerja, sedangkan para profesional bisnis merupakan orang yang mengawal status quo. Menjadi seorang wirausaha atau pebisnis memang dituntut untuk berani mengambil risiko, terutama untuk yang baru memulai atau belajar menjadi wirausaha atau pebisnis. Apabila ada pepatah ’kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda’, maka hal itulah yang harus disadari oleh wirausaha pemula. Para wirausaha pemula juga harus berani memulai kegiatan bisnisnya dari kecil, yang akan menjadi besar nanti apabila mereka tekun dan tidak pantang menyerah.
Para wirausaha atau pebisnis mempunyai kelebihan dalam hal kesabaran dan tenaga yang tidak terbatas. Beberapa wirausaha memiliki modal uang, namun pada umumnya bukan berasal dari keluarga bangsawan, melainkan dari golongan menengah ke bawah yang didorong untuk mewujudkan gagasan inovatif, mewujudkan impiannya menjadi kenyataan, dan bukan menjadikan keuntungan sebagai sasaran utama. Kata kunci mereka adalah kreativitas dan inovasi yang juga menjadi keuntungan yang dapat diraihnya. Keuntungan ini akan berkurang manakala persaingan meningkat. Oleh karena itu, kreativitas dan inovasi ini harus dilakukan secara berkesinambungan agar perusahaan dapat berumur panjang.
Karakteristik lain seorang wirausaha atau pebisnis adalah memiliki keinginan untuk berprestasi dan bertanggung jawab, memiliki persepsi pada risiko, aktif dan enerjik, memiliki persepsi pada kemungkinan keberhasilan usahanya, memiliki orientasi terhadap masa depan, dapat dirangsang dengan umpan balik yang diterimanya, terampil dalam mengelola, dan mempunyai sikap bahwa uang bukan merupakan tujuan pertama. Beberapa ahli lain juga menyatakan bahwa para wirausaha pada umum memiliki karakteristik seperti bertanggung jawab atas usaha yang dilakukan, memilih risiko moderat, percaya diri, menginginkan umpan balik yang jelas, berorientasi ke masa depan, suka bekerja keras dan bersemangat, terampil mengorganisasi sumber daya untuk mendapatkan nilai tambah, dan menilai keberhasilan dengan uang yang berhasil diperolehnya.

B.                   MENDIRIKAN BISNIS DAN KEWIRAUSAHAAN

Setiap kegiatan bisnis berkaitan dengan transaksi dengan orang. Orang- orang tersebut dipengaruhi oleh bisnis dan terlibat di dalamnya dengan kepentingan tertentu sehingga disebut pemangku kepentingan. Ada lima pemangku kepentingan dalam bisnis, yaitu pemilik, kreditur, karyawan, pemasok, dan pelanggan. Setiap bisnis dimulai sebagai hasil ide mengenai 
produk atau jasa oleh satu atau beberapa orang yang disebut wirausaha atau pebisnis (entrepreneur), yang mengorganisasi, mengelola, dan membuat asumsi mengenai risiko yang dimulai dalam bisnis tersebut. Wirausaha atau pebisnis tersebut penting dalam pengembangan bisnis baru karena mereka menciptakan produk baru yang diinginkan pelanggan. Bila bisnis tersebut tumbuh, bisnis ini membutuhkan lebih banyak dana daripada yang dimiliki wirausahawan. Oleh karena itu, wirausahawan memerlukan orang atau pihak lain. Apabila wirausahawan telah menerima investasi dari beberapa pihak lain, ia akan memperluas bisnisnya dan mendapatkan keuntungan dengan berbagi kepemilikannya tersebut. Semakin besar bisnisnya, wirausahawan bisa berpikir untuk menjual saham atau kepemilikannya kepada investor yang kemudian menjadi bagian dari pemilik bisnis tersebut dan disebut  stockholder atau shareholder.
Beberapa bisnis juga adakalanya didukung oleh sumber dana lain di luar pemilik, dengan cara meminjam dana dari institusi atau lembaga keuangan yang disebut kreditor. Peminjaman dana tersebut tentu saja ada periode atau jangka waktunya. Bisnis yang meminjam dana dari kreditor akan dikenai bunga setiap periode waktu tertentu. Kreditor akan meminjamkan dananya kepada perusahaan bisnis yang dapat dipercaya dapat mengembalikan pokok pinjaman dan bunganya. Selain kreditor yang membantu menyediaan dana, kegiatan operasional perusahaan bisnis tidak dapat berjalan apabila tidak ada individu atau orang yang mengerjakannya, baik sebagai manajer maupun sebagai karyawan. Manajer bertindak sebagai pihak yang mengelola kegiatan operasional bisnis tersebut yang berusaha mencapai tujuan melalui orang  lain, sedangkan karyawan merupakan pelaksana operasional di lapangan.
Kegiatan bisnis juga memerlukan berbagai pasokan, baik bahan baku atau material, bahan pembantu, mesin atau peralatan, maupun tenaga kerja. Perusahaan manufaktur sangat membutuhkan pemasok untuk dapat menjalankan kegiatan operasionalnya dengan menjamin keberlanjutan proses bisnis dengan penyediaan bahan baku atau material. Pemangku kepentingan lainnya adalah pelanggan. Perusahaan bisnis tidak dapat hidup tanpa pelanggan. Untuk menjamin kelangsungan hidupnya, bisnis harus memahami kebutuhan dan harapan pelanggan dengan kualitas yang baik dan harga terjangkau. Bila harapan pelanggan tidak dapat terpenuhi, mereka akan beralih ke perusahaan lain yang menjadi pesaing.
kreatifnya tanpa memikirkan keuntungan, dan ada pula yang telah memiliki pekerjaan tetap di tempat lain tetapi ingin membantu teman-temannya melakukan bisnis. Dengan usaha yang keras dan ketekunan yang tinggi, para wirausaha atau pebisnis tersebut dapat meningkatkan usahanya, baik dalam kuantitas maupun kualitas, baik dengan memperbesar satu jenis usahanya maupun dengan mengadakan diversifikasi bisnis.
Selanjutnya, para wirausaha atau pebisnis yang sukses mempunyai beberapa karakteristik tertentu, yaitu memiliki banyak akal atau ide, mempunyai perhatian pada hubungan yang baik dengan pelanggan, mampu menghadapi ketidakpastian dan menanggung risiko, ingin menjadi pemimpin dalam bisnis yang dimilikinya, memiliki pengendalian yang lebih besar dalam hidupnya, dan membangun semangat kekeluargaan. Pada masa lalu, wirausaha atau pebisnis distereotipkan dengan bos atau pemimpin, pria, percaya diri, dan mampu membuat keputusan dengan cepat. Sekarang, wirausaha dipandang sebagai pemimpin yang bersifat terbuka, bisa pria ataupun wanita, mempunyai jejaring yang luas, memiliki perencanaan bisnis, dan mempunyai konsensus.
Menurut Madura (2007), untuk menjalankan bisnis, para wirausaha  harus mampu menciptakan dan menjalankan bisnis dengan sukses sehingga menghasilkan keuntungan yang lebih besar. Oleh karena itu, para wirausaha harus memahami beberapa hal yang terkait dengan bisnis. Pertama, jika Anda akan mengembangkan keahlian berbisnis maka Anda akan mampu mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Kedua, Anda akan menemukan pekerjaan yang menyenangkan bila Anda memahami bagaimana cara melakukan pekerjaan itu. Ketiga, Anda harus melakukan pekerjaan dengan baik agar Anda merasa puas dan memiliki karir yang lebih baik. Keempat, Anda harus mampu melihat tipe bisnis manakah yang dapat Anda kerjakan dengan baik.
Dalam menjalankan binis terdapat keputusan kunci yang dilakukan, dan terdiri dari tiga kategori, yaitu keputusan manajemen, keputusan pemasaran, dan keputusan keuangan. Keputusan manajemen merupakan keputusan dalam menggunakan berbagai sumber daya yang ada dalam perusahaan. Keputusan pemasaran merupakan keputusan dalam menentukan produk yang ditawarkan, harga, promosi, dan distribusi. Keputusan keuangan merupakan keputusan yang diambil dalam mencari dan menggunakan sumber dana untuk melaksanakan kegiatan operasional perusahaan. Keputusan perusahaan
dipengaruhi oleh data dan informasi yang dikumpulkan. Oleh karena itu, diperlukan dua kategori dalam pengambilan keputusan, yaitu akuntansi dan sistem informasi. Akuntansi merupakan rangkuman dan analisis kondisi keuangan perusahaan yang digunakan untuk mengambil berbagai keputusan bisnis. Sistem informasi merupakan teknologi, orang, dan prosedur yang menyediakan informasi yang tepat dalam mengambil keputusan dalam perusahaan.
Bisnis harus mampu meningkatkan kinerja perusahaan melalui  keputusan yang penting bagi organisasi, baik keputusan mengenai manajemen, pemasaran, maupun keuangan. Keputusan manajemen menyangkut pengelolaan sumber daya manusia dan sumber daya lain untuk melaksanakan proses produksi perusahaan secara efisien dan efektif. Keputusan pemasaran pada umumnya berkaitan dengan pelanggan, yaitu kebutuhan dan harapan pelanggan. Sementara itu, keputusan keuangan menyangkut cara dana diperoleh (melalui investor atau hutang dari lembaga keuangan lain) dengan mempertimbangkan tingkat suku bunga yang berlaku. Ada kalanya, keputusan masing-masing bidang (manajemen, pemasaran, keuangan) tersebut tidak saling terkait, namun ada kalanya ketiganya harus saling dikaitkan.
Pada umumnya bisnis kecil yang dipimpin oleh wirausaha baru memainkan peran utama dalam memberikan layanan, pengecer (retailer), mengembangkan usaha konstruksi, pedagang besar, menjalankan bisnis keuangan dan asuransi, pemanufakturan yang menghasilkan produk, dan transportasi. Biasanya, semakin banyak sumber daya yang dibutuhkan, semakin sulit memulai suatu bisnis sehingga industri yang ada lebih didominasi oleh perusahaan kecil. Kriteria mengenai banyaknya karyawan atau jumlah penjualan per tahun berbeda-beda di antara industri.
Para wirausaha atau pebisnis pemula juga kerap kali mendirikan bisnis maya (virtual business) yang tidak menggunakan bentuk fisik perusahaan namun menggunakan internet sebagai sarana berbisnis. Bisnis di dunia maya tersebut sering disebut dengan bisnis secara online. Bisnis online ini mampu menyerap ribuan pelanggan dan dapat berkembang sangat cepat. Para wirausahawan tersebut mendapat berbagai keuntungan bukan hanya dalam bentuk uang, melainkan mereka juga dapat menjadi pimpinan di perusahaan sendiri, dapat mengerjakan hal yang disukainya, memiliki kesempatan untuk
berkreasi atau mengembangkan kreativitasnya, dan dapat mengatur sendiri jadwal kerjanya (Brown & Clow, 2008).
Untuk memulai bisnisnya, biasanya para pelaku bisnis menyusun perencanaan bisnis (business plan). Perencanaan bisnis merupakan  deskripsi mengenai proyek bisnis yang akan dijalankan dengan berbagai aspeknya. Perencanaan bisnis tersebut membantu wirausaha memfokuskan pada hal yang ingin mereka kerjakan, cara mereka akan mengerjakannya, dan hal yang mereka harapkan akan dicapai. Perencanaan bisnis ini juga berguna bagi lembaga keuangan dan investor yang membantu wirausaha memulai bisnisnya. Hal-hal apa sajakah yang dipaparkan dalam perencanaan bisnis tersebut?
a. Pertama adalah tim manajemen atau pengelola bisnis dan deskripsi tentang perusahaan atau unit bisnis yang akan didirikan (ukuran, lingkup, dan jenis bisnis yang akan dilaksanakan), serta visi dan  misi didirikannya bisnis tersebut.
b. Kedua adalah gambaran mengenai industri atau bisnis yang sejenis, analisis pasar, analisis persaingan, dan rencana pemasaran (harga, taktik pemasaran, citra perusahaan, media periklanan).
c.  Ketiga adalah berbagai perencanaan yang meliputi perencanaan operasional, perencanaan organisasional, perencanaan finansial, perencanaan untuk menumbuhkembangkan bisnis,  serta perencanaan situasional (risiko bisnis dan cara menghadapi atau mengantisipasinya).








Share:

Tuesday, 25 February 2020

Soal Penataan Produk Kelas XII BDP


     Mata Pelajaran                      : Penataan Produk              Hari/Tanggal                            : Selasa/25 Februari 2020 
     Guru Mata Pelajaran             : M. Hakim Karim, SE      Kelas/Kompetensi Keahlian   : XII /BDP

Share:

Monday, 24 February 2020

Galeri


Kegiatan Akhir Uji Kompetensi SMK Kusuma Bangsa Yastia Tahun Pelajaran 20118/2019






Share:

Thursday, 20 February 2020

Ilmu Komputer

Cara Install Windows 10 Lengkap dengan Langkah-Langkah Praktis


Gambar : Storyblocks
Beberapa laptop terbaru akhir-akhir ini sebagian besar menggunakan system operasi Windows 10. Bahkan ada beberapa laptop yang hanya support windows 10. Seperti yang dialami teman saya, dia ingin mengganti system operasi Windows 10 di laptopnya dengan Windows 7 atau dibawahnya, tapi ternyata tidak bisa.
Teman saya ini merasa belum familiar dengan Windows 10. Katanya juga ada beberapa aplikasi yang biasa dia gunakan, tapi tidak bisa support dengan Windows 10. Bisa jadi yang dikeluhkan teman saya ini ada benarnya, tapi ada baiknya kita cari tahu dulu akar masalahnya. Dugaan saya ada dua kemungkinan masalah. Pertama memang terletak pada laptop dia yang tidak support, atau bisa jadi karena kurang paham cara install Windows 10 di laptopnya.
Jika masalahnya adalah karena laptop yang tidak support, maka sebaiknya tidak perlu dipaksakan. Karena kadang ada perusahaan gadget yang memang sudah bekerjasama dengan perusahaan software untuk mendukung kualitas produk mereka. Dari ikatan kerjasama ini biasanya mereka menyertakan lisensi sebagai legalitas klaim terhadap produk mereka.
Kemudian bagaimana jika masalahnya karena kurang paham cara menginstall Windows 10 di laptop? Tentu saja kesalahan install akan berakibat pada aplikasi yang tidak bisa maksimal dijalankan. Atau lebih parah lagi akan berdampak pada performance laptop atau komputer. Maka penting sekali bagi kita untuk mencari panduan cara install Windows 10 terlebih dulu sebelum mulai menginstall di laptop atau PC.
Pada intinya sebelum kita mulai menginstall Windows 10, baik pada laptop maupun PC, sebaiknya perhatikan beberapa hal. Ibaratnya siapkan persenjataan sebelum berperang. Bukan hanya memastikan paham panduan dan langkah cara installnya, tapi juga hal-hal pendukung yang bisa menghambat teknis penginstallan Windows 10. Jangan sampai ketika sedang proses install ternyata masih ada perangkat yang kurang.
Tampilan layar Windows 10

Apa saja hal-hal yang perlu diperhatikan sebelum mulai menginstall Windows 10?

1. Pastikan baterai laptop atau kecukupan daya listrik
Pastikan laptop atau PC yang sedang diinstall terhindar dari risiko mati di tengah proses install. Oleh karena itu pastikan kecukupan baterai atau sumber daya listriknya sebelum mulai menginstall.
Kalau memang dirasa butuh stop kontak, ya sediakan di dekat perangkat laptop atau PC yang akan diinstall. Jika butuh UPS karena kawatir listrik padam secara tiba-tiba, ya siapkan UPS. Karena proses install Windows 10 ini memakan waktu kurang lebih 30 menit. Bahkan bisa lebih, tergantung performance perangkat yang akan kita install dengan Windows 10.
2. File software Windows 10
File software Windows 10 bisa dalam bentuk VCD atau tersimpan dalam flashdisk. Jika file dalam bentuk VCD, maka pastikan perangkat laptop atau PC yang akan diinstall memiliki hardware yang mendukung untuk membaca file dalam bentuk VCD. Ada VCD/DVD drive-nya. Boleh pakai yang portable jika memang terpaksanya harus pakai drive portable.
Namun, kayaknya di zaman seperti sekarang ini sudah jarang pakai DVD drive untuk proses install program-program komputer. Saat ini beberapa software program komputer bisa dengan mudah kita dapatkan melalui internet. Tinggal download, simpan di drive, lalu gunakan. Bahkan gratis.
Termasuk software Windows 10 ini yang juga bisa kita dapatkan dengan mudah di internet. Tinggal download aja, gratis.
Barangkali masih banyak lagi hal-hal yang perlu diperhatikan selain ketiga poin diatas. Semua tergantung kebutuhan masing-masing. Hanya saja untuk kedua hal di atas jangan sampai terlewatkan dari persiapan sebelum menginstal

Kelebihan dan Kekurangan Windows 10

Beberapa kelebihan Windows 10 yang membuat seseorang tertarik untuk memilihnya, antara lain: fitur-fitur yang ditawarkan pada Windows 10 terlihat lebih modern. Seperti fitur synchronize berbagai device, juga adanya fitur penyimpanan cloud melalui OneDrive. Tentu saja dengan adanya fitur ini memudahkan pengguna Windows 10 mengakses data-data dan tak perlu pusing dengan penyimpanan data dalam skala besar.
Kabarnya juga Windows 10 ini performancenya sangat baik untuk gaming. Karena Windows 10 dilengkapi dengan DirectX 12 dan game mode yang berguna untuk meningkatkan performa saat memainkan game.
Selain kelebihan tentu ada kekurangan. Dari beberapa orang mengatakan bahwa sering kali terganggu dengan updating Windows 10 yang cenderung lebih sering dibanding versi windows lainnya. Hal ini bikin tidak nyaman pengguna.
Selain itu program-program yang disediakan di WindowsSstore juga belum banyak. Padahal ada beberapa aplikasi penting yang tidak bisa dijalankan di Windows 10.
Sebenarnya masih banyak lagi kelebihan dan kekurangan Windows 10. Namun, secara garis besar Windows 10 sangat memuaskan untuk dijalankan pada laptop atau PC yang kita miliki.

Interface windows 10 mengesankan

Cara Install (Ulang) Windows 10 Lengkap dengan Flashdsik

Seperti yang saya singgung di atas tadi bahwa, cara instal Windows 10 itu bisa melalui dua cara. Antara lain menggunakan file software yang berbentuk VCD dan menggunakan file software yang tersimpan di flashdisk. Untuk tutorial kali ini saya akan fokus pada cara yang kedua, yaitu cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Karena menurut saya ini cara paling mudah dan bisa diterapkan untuk perangkat laptop yang tidak memiliki DVD drive sekalipun.
Kita tahu bahwa saat ini banyak perangkat laptop yang tidak memiliki hardware DVD drive. Sedangkan semua laptop maupun PC tentu memiliki port USB yang bisa kita gunakan untuk menyambungkan dengan flashdisk. Nah, bagaimana cara instal Windows 10 dengan flashdisk?

1. Membuat Bootable Windows 10 di Flashdisk

Yang harus dilakukan pertama adalah membuat bootable Windows 10 pada flashdisk. Selain flashdisk juga bisa pakai microSD dengan card reader. Kita hanya butuh perangkat komputer seperti laptop atau PC, flashdisk, dan file Windows 10 untuk membuatnya. Dengan catatan kapasitas flashdisk atau microSD yang kita pakai adalah berukuran minimal 8 GB. Karena besarnya file Windows 10 sekitar 4 GB lebih.
Untuk file software yang perlu disiapkan, antara lain: Rufus versi portable dan Windows 10 dalam format file ISO. Jika belum punya file Windows 10, silakan download menggunakan Windows ISO Downloader. Begitu juga dengan Rufus, jika belum punya bisa download di website resminya rufus.akeo.ie.

Tampilan aplikasi Rufus

Sampai tahap ini saya anggap teman-teman sudah memiliki file Rufus dan Windows 10. Sehingga saya akan lanjut ke langkah selanjutnya, yaitu membuat bootable Windows 10 di flashdisk.
Pertama, nyalakan laptop atau PC.
Kedua, pastikan file Rufus dan Windows 10 sudah tersimpan di laptop atau PC.
Ketiga, sambungkan flashdisk atau microSD ke laptop.
Keempatdouble klik pada file rufus.exe. Jalankan aplikasinya. Pada pilihan ‘Create a Bootable Disk Using’ klik pada gambar CD, lalu akan terbuka jendela baru. Pilih file Windows 10 dengan format ISO yang sudah tersimpan di drive laptop sebelumnya. Kemudian klik ‘Open’ untuk mlanjutkan.
Kelima, pada kolom ‘Device’ pilih flasdisk yang kita sambungkan ke laptop tadi. Kemudian pada kolom ‘Partition scheme and target system type’ pilih ‘GPT partition scheme for UEFI’ dengan catatan, bootable ini nantinya akan kita jalankan pada komputer baru atau yang belum terinstal Windows sama sekali. Jika nantinya kita akan instal Windows 10 pada komputer lama atau instal ulang, maka pilihan partition scheme kita ubah ke pilihan ‘MBR partition scheme.’
Kemudian kolom ‘File system’ isi dengan pilihan ‘FAT32’, sedangkan kolom ‘Cluster size’ isi dengan pilihan default saja. Untuk kolom ‘new value label’ bisa kita tulis “Windows 10” sebagai nama file yang nantinya tersimpan di flashdisk.
Keenam, klik ‘Start’ dan setelah selesai, maka flashdisk kalian sudah siap untuk digunakan untuk menginstal Windows 10 di laptop atau PC. Kemudian klik ‘Close’ untuk menutup aplikasi Rufus.

2. Mengubah Boot Priority pada BIOS

Untuk bisa melanjutkan proses Instal Windows 10 dengan Flashdisk. Kita harus mengubah terlebih dulu boot priority pada BIOS di laptop atau PC yang akan kita instal. Ikuti langkah-langkah berikut:
Pertama, sambungkan flashdisk yang sudah kita isi dengan bootable Windows 10 ke port USB laptop atau PC yang akan kita instal.
Kedua, nyalakan laptop atau PC dengan menekan tombol power.
Ketiga, masuklah ke BIOS dengan cara menekan tombol ESC pada keyboard atau tombol F2, F4, F8, F9, atau F12, tergantung masing-masing laptop. Biasanya setiap laptop atau PC memiliki cara yang berbeda untuk bisa masuk ke BIOS. Sebelum melakukannya, pastikan kalian sudah membaca petunjuknya.
Keempat, ubah settingan prioritas booting ke flashdisk. Pada pilihan pertama, silakan ubah ke pilihan ‘USB’ sedangkan settingan lainnya biarkan default saja. Setelah selesai, silakan save dan keluar. Maka laptop atau PC akan restart.

3. Proses Instalasi Windows

Setelah restart, laptop atau PC akan mulai proses instal Windows 10. Biarkan loading hingga muncul sebuah jendela dari Windows yang meminta untuk setup bahasa dan waktu untuk komputer yang sedang kalian instal. Biarkan saja seperti itu, lalu klik ‘next’.
Pertama, Klik ‘Instal Now’ untuk memulai proses selanjutnya.
Kedua, pada jendela Activate Windows, pilih saja ‘I don’t have active key’
Ketiga, pilih system Windows yang akan diinstal. Pilih saja ‘Windows 10 pro’ lalu klik ‘Next’
Keempat, centang ‘I accept the licence term’ lalu klik ‘Next’
Kelima, pada jendela baru akan muncul dua pilihan, ‘Upgrade’ dan ‘Custom’, pilih ‘Custom’. Maksud dari ‘Upgrade’ di sini adalah jika kita hendak memperbarui sistem lama dengan yang baru tanpa menghapus aplikasi dan tanpa mengubah file yang ada di laptop atau PC. Sedangkan pilihan ‘Custom’ ini kita pilih ketika hendak menginstal Windows yang baru pada laptop atau PC.
Keenam, selanjutnya kalian harus membuat partisi penyimpanan file untuk laptop atau PC. Caranya: klik ‘Drive 0’ kemudian klik ‘New’ kemudian kalian bikin drive C. Isikan kolom size sesuai dengan ukuran drive yang diinginkan. Usahakan untuk Drive C minimal 40.000 MB. Setelah itu klik ‘Apply’ klik ‘Ok’.
Ketujuh, setelah partisi Drive C selesai dibuat, klik ‘Drive 0 unallocated space’ lalu klik ‘New’ lalu klik ‘Apply.’ Drive ini yang nantinya akan menjadi Drive D pada laptop atau PC. Kalau kalaian ingin membagi lagi menjadi dua partisi, silakan dibuat dengan cara yang sama seperti di atas. Sehingga nanti di laptop atau PC akan ada Drive C, D, E dan seterusnya sesuai dengan jumlah partisi yang kalian buat.
Kedelapan, pilih partisi Drive C yang tadi kalian buat, lalu klik ‘Next’ maka proses instal windows 10 akan mulai berjalan. Proses ini biasanya akan memakan waktu beberapa menit. Kalian tunggu saja. Jika proses selesai, maka laptop atau PC akan restart sendiri.

4. Pengaturan Dasar Windows 10

Tahap selanjutnya pada proses instal Windows 10 adalah pengaturan dasar Windows pada laptop atau PC. Di sini ada dua pilihan yang ditawarkan oleh Windows. Ada pilihan ‘Use Express Settings’ dan ‘Customize’ yang tertera pada jendela. Pilihan ‘Use Express Settings’ ini jika kalian ingin menggunakan pengaturan otomatis dari Windows.
Biasanya settingan akan dibuat default. Jika kalian ingin mengatur settingan dasar sendiri, silakan pilih ‘Customize’ untuk mengatur sesuai dengan keinginan.
Namun, ada juga jendela Windows yang langsung menyajikan pilihan dasar pengaturan. Biasanya akan muncul pilihan “region” untuk setting awal. Silakan pilih Negara tempat kalian tinggal sat ini. Kemudian klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Lalu klik ‘US’ untuk pilihan keyboard layout, lalu klik ‘Yes’ untuk melanjutkan. Kemudian klik ‘Skip’ untuk pilihan second layout, pilihan connect internet.
Selanjutnya adalah setting identitas pemilik PC. Ketikkan nama kalian atau pemiliki PC, klik ‘Next’. Ketikkan password yang kalian inginkan, atau biarkan kosong saja jika tidak ingin melindungi PC anda dengan password, lalu klik ‘Next.’
Pada pengaturan Privacy Setting bisa tetap menggunakan default saja, lalu klik ‘Accept.’ Tunggu beberapa menit, maka windows 10 sudah selesai terinstal di laptop atau PC kalian. Selanjutnya tinggal instal driver pendukung yang dibutuhkan. Seperti driver wifi, VGA, dan lain sebagainya.
Di tutorial ini kami tidak akan mengulas bagaimana caranya menginstal driver pendukungnya, barangkali di lain kesempatan akan kami ulas dalam bahasan tersendiri. Atau jika kalian ingin tahu, bisa search di google aja. Ada banyak informasi terkait teknis penginstalan program komputer.

Cara Instal Ulang Windows 10

Lalu bagaimana dengan laptop atau PC yang sebelumnya sudah terinstal Windows 10 dan ingin instal ulang? Apakah caraya sama dengan langkah-langkah penginstalan Windows pada laptop atau PC baru?
Memang tidak lengkap rasanya kalau kami hanya mengulas mengenai cara instal Windows 10 tanpa mengulas juga bagaimana cara melakukan instal ulangnya. Karena kan tidak semua laptop atau PC yang diinstal Windows 10 itu sebelumnya belum pernah terinstal Windows.
Ada kalanya laptop atau PC yang sudah terinstal Windows 10 mengalami gangguan atau merasa performancenya kurang OK. Nah, dalam hal ini kadang solusi instal ulang Windows menjadi jalan terbaik.
Dengan adanya fitur Refresh dan Reset pada Windows 10 memungkinkan kita untuk melakukan instal ulang tanpa butuh file instalasi lagi. Tidak perlu CD, VCD, atau flashdisk yang berisi installer Windows 10. Kita cukup manfaatkan fitur Refresh dan Reset yang disediakan oleh Windows 10.
Memang secara umum fitur Refresh dan Reset ini hampir sama, tapi perlu dicermati sebelum menggunakannya. Keduanya sama-sama berfungsi untuk mengembalikan system Windows di laptop kita ke dalam keadaan seperti semula saat pertama kali diinstal. Namun, sebenarnya keduanya berbeda. Apa saja sih perbedaannya?
Jika kita menggunakan fitur Refresh, maka file pribadi dan program-program modern tidak akan hilang karena terhapus. Berbeda kalau kita menggunakan fitur Reset. File pribadi dan program modern akan terhapus ketika kita memilih menggunakan fitur Reset. Karena fitur Reset ini akan melakukan proses reinstal yang kemudian memformat ulang hard disk laptop atau PC.
Yang dimaksud sebagai program modern di sini adalah program yang tersedia di Windows Store. Kalau tidak salah, program-program modern ini mulai diperkenalkan sejak lahirnya Windows 8.
Untuk pertimbangan penggunaan Refresh atau Reset, tentu butuh kecermatan menilai masalah yang ada pada laptop. Memang rekomendasinya adalah dicoba dulu fitur Refresh untuk mengatasi masalah. Kalau memang setelah dilakukan Refresh belum juga mengatasi masalah, maka silakan menggunakan fitur Reset. Dengan catatan: lakukan back up data terlebih dahulu sebelum melakukan instal ulang Windows 10.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Desktop

Silakan buka start menu, lalu pilih Settings.
Pilih ‘Update & Service’ pada jendela yang disajikan.
Klik ‘Recovery’ yang ada pada kolom sebelah kanan di jendela.

Klik ‘Get Started’ pada pilihan Reset this PC.
Pilih ‘Keep my files’ jika kalian tidak ingin kehilangan file di laptop, atau pilih ‘Remove everything’ jika ingin me-reset Windows 10 di laptop atau PC kalian.
Tunggu beberapa saat hingga proses selesai.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 Melalui Boot Menu

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk melakukan Refresh dan Reset Windows 10 melalui boot menu. Cara pertama, silakan ikuti langkah-langkah berikut:
  1. Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Power’
  2. Kemudian klik tombol ‘Restart’ dibarengi dengan menekan tombol Shift pada keyboard.
  3. Pada jendela yang terbuka, pilih ‘Troubleshoot.’
  4. Selanjutnya pilih ‘Refresh your PC’ jika kalian ingin melakukan Refresh, atau pilih ‘Reset’ jika kalian ingin me-reset windows 10 laptop kalian.
  5. Tunggulah beberapa menit, bisa dengan sambil minum kopi atau menghabiskan camilan.

Cara Refresh dan Reset Windows 10 di Laptop

  1. Silakan buka Start Menu, lalu pilih ‘Settings’
  2. Kemudian pilih ‘Update & Security’
  3. Klik ‘Recovery’ yang ada pada jendela
  4. Klik ‘Restart Now’ yang ada pada bagian Advance Startup
  5. Maka kemudian akan disajikan langkah-langkah seperti cara yang pertama tadi.

Cara instal ulang Windows 10 dengan Flashdisk

Instal ulang Windows 10 dengan flashdisk ini sebenarnya jarang dilakukan. Karena adanya fitur Refresh dan Reset tadi yang cenderung lebih mudah dan praktis. Namun, bukan berarti cara ini tidak penting untuk diketahui. Ada baiknya jika kita juga paham bagaimana cara instal ulang Windows 10 dengan flasdisk.
Yang pertama harus disiapkan adalah flashdisk yang sudah dibuat bootable Windows 10 di dalamnya. Caranya sama seperti yang sudah dijabarkan di awal tadi.
Sedangkan langkah-langkah instal ulang Windows 10 dengan flashdisk adalah sama dengan yang sudah kami jelaskan di awal mengenai cara instal Windows 10 dengan flashdisk. Jadi, silakan ikuti langkah-langkahnya saja, ya?
Nah, demikianlah tutorial dari kami tentang cara install Window 10 lengkap dengan langkah-langkah praktis. Silakan dipelajari dan dipahami sebagai bahan panduan dalam melakukan install Windows 10 di laptop kalian.
Jika ketika melakukan install ada kendala, silakan komen pada kolom di bawah. Agar kami bisa memantau dan membantu sekaligus menjadi referensi pembaca lain untuk mendalami panduan install Windows 10 ini. (SNs)
Share:

Tutorial

Cara Membuat Google Forms

Bagaimana Cara Membuat Google Forms
Beberapa cara yang bisa Anda gunakan untuk membuat Google Forms:
  1. Dari forms.google.com, klik Blank atau pilih template.
  2. Dari drive.google.com, klik New > Lainnya. Di samping Google Forms, arahkan ke Panah kanan dan klik Blank form or From a template.
  3. Namai formulir Anda: Di pojok kiri atas, klik Untitled form atau nama formulir template dan masukkan nama baru.
  4. (Opsional) Tambahkan deskripsi: Di bawah nama form, tambahkan teks Anda.
  5. (Opsional) Ubah warna latar belakang atau tema: Klik palet (Palet Warna) lalu pilih warna atau tema.
Forms Editor sangat mudah untuk dipelajari. Formulir Anda akan memenuhi bagian tengah layar, dengan ruang untuk judul dan deskripsi diikuti oleh kolom formulir. Klik bidang formulir untuk mengeditnya dan tambahkan sebuah pertanyaan.
Bagaimana Cara Membuat Google Forms
Gunakan kotak dropdown di sebelah lapangan untuk memilih jenis bidang, seperti pilihan ganda, kotak centang, jawaban singkat, dan sebagainya.
Google Forms menawarkan beberapa opsi pengaturan. Toolbar yang berada di sebelah kanan memungkinkan Anda menambahkan lebih banyak bidang formulir.
Di menu kanan atas Anda dapat mengubah skema warna form, melihat pratinjau formulir, gunakan tombol Send untuk berbagi formulir, dan akses opsi tambahan lainnya, termasuk menginstal add-on untuk Forms.
Beralih dari tab Pertanyaan ke tab Responses di editor formulir Anda untuk melihat tanggapan saat ini terhadap formulir Anda dan tautkan ke spreadsheet.
Yang perlu Anda lakukan adalah menambahkan pertanyaan Anda dan mengirimkan formulirnya, jadi mari kita lihat opsi formulir dan apa yang dapat Anda lakukan dengan masing-masing.

Bagaimana Cara Menambahkan Pertanyaan Pada Google Forms?

Bagaimana Cara Membuat Google Forms
  1. Klik Untitled question dan masukkan pertanyaan Anda. Anda mendapatkan saran berdasarkan jenis pertanyaan Anda.
  2. (Opsional) Untuk mengubah jenis pertanyaan, klik panah ke bawah.
  3. Tambahkan opsi respons (jika berlaku untuk jenis pertanyaan Anda).
  4. (Opsional) Kemudian untuk menentukan apakah orang harus menjawab pertanyaan, klik Required.
Untuk menambahkan lebih banyak pertanyaan, pilih satu opsi:
Bagaimana Cara Membuat Google Forms
  1. Selanjutnya untuk menambahkan pertanyaan baru, klik ‘Add Question’.
  2. Untuk menambahkan salinan pertanyaan yang ada, klik ‘Duplicate’.
Catatan: Perubahan akan disimpan secara otomatis. Untuk melihat pratinjau perubahan Anda kapan saja, di kanan atas, klik ‘Pratinjau’.
Google Forms mencakup 12 jenis fitur: 9 jenis pertanyaan, bersama dengan bidang teks, foto, dan video. Cukup klik ikon + di side bar kanan untuk menambahkan pertanyaan baru, atau klik ikon teks, foto, atau video untuk menambahkan media ke formulir Anda.
Bagaimana Cara Membuat Google Forms
Setiap fitur mencakup tombol salin untuk menduplikat cepat, dengan cara sederhana untuk menambahkan pertanyaan serupa ke formulir Anda. Ada juga tombol hapus, pilihan untuk membuat lapangan dibutuhkan, dan menu dengan pilihan tambahan di sisi kanan.
Anda dapat mengganti jenis pertanyaan kapan saja, meskipun perhatikan bahwa pengaturan lapangan dan pertanyaan Anda akan diatur ulang jika Anda beralih dari pilihan ganda, kotak centang, atau menu ke jenis pertanyaan lainnya.
Untuk cepat mengisi pertanyaan di kolom, cukup tekan enter untuk mulai menambahkan yang lain.
Tips Cepat: Sengaja menghapus elemen formulir atau menambahkannya terlalu banyak? Cukup ketuk CMD + Z atau Ctrl + Z untuk membatalkan, sama seperti yang Anda lakukan dalam dokumen.

Bagaimana Cara Mengirimkan Google Forms Yang Telah Dibuat?

Bagaimana Cara Membuat Google Forms
Bila Anda siap mengirimkan Forms Anda, Anda dapat mengirimkannya melalui email, menyalin dan menempelkan tautan dalam pesan chat atau email, menyematkannya di situs web, atau berbagi tautan di media sosial.
Cara Mengirim Forms Anda:
  1. Dikanan atas, klik Kirim.
  2. (Opsional) Untuk mengumpulkan alamat email: Jika pendengar formulir terbatas pada organisasi Anda, periksa secara otomatis kumpulkan alamat email organisasi responden Anda. Jika Anda mendistribusikan formulir secara eksternal, periksa Kumpulkan alamat email.
  3. Pilih bagaimana Anda ingin mengirim formulir:
  4. Masukkan alamat email di kolom Kepada. Anda dapat menyesuaikan konten subjek dan pesan.
  5. Link-Klik Link ‘insert link’. Anda dapat mempersingkat URL. Klik Salin dan tempel tautan ke obrolan, percakapan, atau email.
  6. Konten situs web-Klik kode Embed. Anda dapat menentukan dimensi bingkai sebaris. Klik Copy dan paste HTML ke dalam website atau blog Anda.
  7. Untuk mengirimkan Forms Anda pada disosial media yang Anda miliki Anda tinggal Klik salah satu ikon media sosial.
Itulah ulasan kami tentang cara membuat Google Forms. Semoga artikel ini bisa bermanfaat untuk Anda.
Share:

Sosial Media

Search This Blog

Powered by Blogger.

Profil

My photo
Hidup Mencari Berkah

Galeri

10+ Best Free WordPress Security Plugins

If you are running your website on WordPress, securing your website as much as possible is an essential task. Here I have listed most popular and very good free WordPress security plugins for your website.

Jam Analog

Pemasaran melalui Media Sosial

Assalamualaikum..Semoga sehat semuanya yah.Alhamdulillah Baik Kali ini Untuk bahan materi Mata Pelajaran Bisnis Online Kelas XI Bisnis dari...

Followers

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Theme Support